Rabu, 19 Desember 2012

Memulai

Hari ini tanggal 20 Desember 2012 dan pagi pertama untuk kelahiran blog baruku, temanku. Hari ini temanya bebas sebenarnya, tapi apa boleh kubuat tetap saja judul kumuat, Memulaui. Aku pernah bertanya bagaimana pagi selalu datang dipagi hari dan ia tak pernah disiang hari?, mungkin ada yang mau menjawabnya untuku?. perlahan dengan kebimbangan aku tumbuh menjadi orang yang selalu bertanya dan sering malas untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan, kegusaran, dan keresahanku karena orang-orang akan menertawaiku seolah aku anak kecil. aku anak kecil yang menanyakan hal-hal yang kekanak-kanakan mereka bilang. dengan begitu aku sekarang lebih memilih memelihara anak-anak dalam kepalaku sehingga aku akan selalu bebas bertanya tanpa takut akan dikutuk. tapi kemudian aku bertanya "bagaimana aku mendapatkan jawaban jikaku begitu?" perputaran bumi bukanlah tanpa sebab atau dikarenakan hembusan angin yang terus menerus sehingga membuatnya berputar dari porosnya dan yang manusia sebut lewat ilmunya dengan berotasi. bumi yang berputar bukanlah tanpa sebab atau dikarenakan banyaknya manusia yang berlari berputar dan selalu berpikir berputar-putar bahkan lebih banyak lagi yang berbicara mutar-mutar dan memutarkan kata-kata berkelit ini itu demi membenarkan perbuatanya. perutaran bumi bukanlah tanpa sebab atau dikarenakan matahari yang selalu berpindah-pindah dengan konsistenya dari timur ke barat dan begitu seterusnya hingga tiada lagi mereka. perputaran bumi itu sendiri hanyalah thawaf yang diniatkan untuk penyembahan yang bermaksud untuk mengajarimu bagaimana pentingnya waktu berlalu. matahari dan bulan sebagai penanda bahwa waktu itu ada dan ia akan berlalu bersama dengan berlalunya bumi dan tata surya bukanya Roy Suryo, haha. Matahari mungkinkah ia majnun abadi?, yang mencintai bulan tiada henti sedang ia tak parnah pula merengkuh sang bulan. jikapun ia dapat maka akan mereka dapati pula kehidupan yang menyengsarakan. seperti Majnun kepada Laiala yang membawa petaka ketika bagaimana mereka keduanya memaksa bisa. maka terlaksanlah bencana dan petaka. maka begitulah cerita yang dihembuskan agar kita tak perlu membabi buta dalam bercinta. cukuplah menjadi matahari dan bulan tanpa harus menjadi Majnun dan Laila. justru jarak memberi kita kesempatan untuk bisa bernafas setidaknya, berfikir sesempatnya, dan berjalan sesantainya, serta memandang sesukanya. haha, bagaimana mungkin peribahasa ini akan aku luputkan "gajah dipelupuk mata tak nampak sedang semut dieberang pulau nampak." begitulah jarak, bagaimana mungkin gajah yang menutupi pelupuk matamu akan nampak sedang ia tiada memberi jarak antara matamu dengan tubuh gempalnya. sedangkan lihat semut yang diseberang pulau, hanya dengan lambaian kecil ia nampak begitu bersemangat, ia sangat nampak meskipun kecil. bukan karena besar atau kecil bukan sesuatu itu akan nampak, hanya masalah jarak. maka begitulah antara matahari dan bulan yang memberikan kesempatan pada kita untuk menikmati mereka dengan memberi jarak pada keduanya dan pada kita. pagi, siang, sore, dan malam. siapakah yang membuat mereka? jangan kau jawab tak ada! bukankan mereka ada karena kita yang mengkonsepsinya. kita begitu bersemangat dengan matahari yangn muncul pertama dengan pelan perlahan membelai lembut menyentuh kening kita dengan kecup. pertama kita membuka mata dan matahari menyapa menjadi pagi yang begitu indah. itulah pagi yang kita cipta sehingga kita tak perlu berpanjang bicara "kemarin waktu pertama matahari muncul" atau "matahari pertama tadi itu" sungguh aneh bukan jika tak ada pagi, maka begitupun aku merasa aneh harus menulis "matahari pertama tadi" haha. aku bosan menunggu jawaban atas kebingunganku "bagaimana pagi hanya datang dipagi hari? dan kenapa ia tidak datang disiang hari?". jadilah aku menjadi sok tau dan bermasturbasi dengan memberikan jawaban sendiri supaya aku puas dan diam. karena mereka orang dewasa bukanya menjawab pertanyaanku malah memberiku permen agar aku berhenti berceloteh. aku mati jika begitu. terbuai pada manisnya permen dan bodohnya pertanyaanku. pagi datang sebagai awal untuk semua kehidupan. meskipun pagi tidak datang secara serempak dan kompak. mana bisa begitu? bayangkan saja apa jadinya! tapi mungkin indah juga ketika aku yang dibumi Jawa mengucapkan "selamat pagi" pada kawanku si hitam Obama di gedung putih sana yang justru harusnya sekarang disana gelap malam sedang begadang. pagi datang sebagai awal. dan begitupun kita hidup dimuali dengan memulai. sudah harusnya dirangkai ketika ada kata mulai maka ada kata akhir. memulai berarti ada mengakhiri. yang perlu diingat disini adalah bahwa diantara "memulai" dan "mengahiri" selalu ada penengah yang kita sebut kehidupan. kehidupan dimana dimuali dipagi hari dan kita akhiri ketika malam datang. diantara pagi dan malam tentu ada siang dan sore yangmenjadi jarak baginya. apa jadinya jika mulai dan akhir bertemu?. saya tak mau memikirkanya karena bayangan itu terasa begitu menyeramkan dalam kepalaku. ah, aku sudah memulai menulis tulisan sampah ini untuk dibaca oleh orang-orang sampah (oh, kau tak boleh marah. bukan maksudku untuk mengatakan kau ini sampah, ini hanya permulaan . jadi sabarlah sejenak ketika aku mneybut kita begitu). karena kita, eh saya sudah memulai tulisan ini maka ijinkan saya untuk mengakhirinya pula. kau benar tentang mana tengahnya...???? itu seperti siang dan sore yang membosankan bagi kita semua sehingga kita ingin mengahirinya dengan segera. jadi mungkin begitu tengahnya, begitu membosankan sehingga terasa begitu singkat (haha itu memang silat lidahku untuk membela diri bahwa aku banyak omong kosong dan tidak membicarakan apa-apa diantara awal dan akhir tulisan ini). sudah ya,,,sudah mau siap-siap memulai yang lain supaya saya dapat mengahirinya dengan segera. karena tampaknya apa yang hendak saya mulai ini begitu lebih membosankan dibandingkan dengan duduk berhadapan denganmu dengan jarak layar-layar ini. (argh,,,lama sekali kau pergi) "oke,,oke,,,ini aku pamitan." hari ini kamis 20 Desember 2012, tepat aku handak memulai yang perlu kumulai. Malang, 08:50. Lisvy Nael Khatoon -Lyn-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar